Operasi Gigi Bungsu, Sakit Nggak Sih?

oleh Rainbow Daily
Operasi Gigi Bungsu

Teman Daily, tanya dong. Pernah merasakan sakit gigi karena gigi bungsu tumbuh nggak? Kalau ada yang mengalami hal demikian kita tos dulu dong. Memang tumbuh gigi bungsu yang nggak sempurna rasanya nggilani banget ya, makanya kalau pas lagi sakit udahlah nggak bisa makan apa-apa. Awalnya aku kira sakit gigi biasa, bukan karena gigi bungsu yang tumbuh, namun setelah periksa ke puskesmas terdekat, dokter bilang rasa nyeri yang timbul diakibatkan karena ada gigi bungsu yang sedang tumbuh. Lalu, aku dikasih resep obat untuk meredakan nyeri. Memang sih sembuh, tapi dua minggu kemudian aku merasakan hal yang sama lagi. Nyeri lagi. Nggak karuan lagi. Auto balik ke puskesmas lagi dong untuk meminta solusi supaya gigi bungsu yang tumbuh ini nggak sakit lagi, tapi karena keterbatasan fasilitas di puskesmas, aku disarankan untuk ke RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara.

Konsultasi Dokter Online

Sebelum memutuskan ke RSUD Hj. Anna Lasmanah aku pun mencari informasi sana sini, maklum lah baru tahu kalau di usia 20-n bisa tumbuh gigi bungsu yang benar-benar bikin nggak nyaman. Tapi sempat galau juga karena mendengar cerita beberapa orang yang tumbuh gigi bungsu lalu dibiarkan saja katanya rasa sakit lama-lama hilang dengan sendirinya (?). Makanya supaya lebih yakin, aku mencoba konsultasi dengan dokter online untuk mencari informasi apakah perlu adanya tindakan operasi gigi bungsu atau nggak.

Ternyata, dokter spesialis gigi di aplikasi kesehatan online menyarankan ku untuk segera periksa ke dokter spesialis gigi terdekat karena jika gigi bungsu yang tumbuh menimbulkan rasa nyeri dan nggak bisa ditahan, harus dilakukan pemeriksaan. Sebelum tindakan, kita juga kudu melakukan rontgen gigi (radiografi gigi) supaya dokter bisa melihat posisi gigi bungsu yang tumbuh. Namun, lagi-lagi saat ke puskesmas untuk ke tiga kalinya, aku dikasih obat untuk meredakan nyeri lagi, otomatis sembuh lagi dong, nah kalau sudah sembuh begini auto bodoh amat. Malah sempat mbolang ke Semarang dan Yogyakarta, barulah saat pulang, rasa ngilu kambuh. Tanpa pikir panjang langsung memutuskan rontgen gigi di RSUD kotaku.

Mengenal Gigi Bungsu

Namanya juga gigi bungsu ya, otomatis tumbuh paling terakhir dong. Katanya sih gigi bungsu ini mulai muncul saat seseorang berusia 17-25 tahun. Nah karena gigi ini tumbuh paling akhir, terkadang gigi bungsu tumbuh dalam posisi miring akibat nggak memiliki ruang yang cukup, makanya gigi bungsu yang tumbuh miring dan menimbulkan rasa nyeri, bengkak, atau bahkan infeksi perlu dicabut melalui proses bedah atau operasi. Tapi kalau memang gigi bungsu tumbuh dan nggak merasakan sakit, nggak perlu dioperasi dong.

Setelah mendapat penjelasan dari dr. gigi di RSUD, aku pun sedikit paham kapan gigi bungsu harus di operasi. Beberapa rekan kerjaku juga ada yang mengalami hal serupa, tapi nggak sampai melakukan tindakan operasi karena gigi bungsu yang tumbuh dalam posisi yang ‘normal’. Makannya penasaran banget sama hasil rontgen gigi bungsu ku, ingin lihat sebenarnya posisinya seperti apa, gregetan juga karena bentar-bentar kambuh. Ngeselin ‘kan?!

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di RSUD Hj. Anna Lasmanah RSUD

Operasi Gigi Bungsu
Pendaftaran Rawan Jalan di RSUD Banjarnegara

Saat rasa ngilu kambuh lagi, aku memutuskan untuk rontgen gigi di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Memang bukan kali pertama aku menginjakkan kaki di RSUD ini, saking seringnya ‘piknik’ di RSUD aku hampir hafal tiap sudutnya. Sayangnya meski bolak balik ke sana aku nggak punya strategi supaya terbebas dari antrean yang mengular di loket pendaftaran. Bayangkan saja, baru pukul 07.15 sudah mendapat nomor antre 123, padahal masih pagi ‘kan ya? Tapi ya dilakoni aja, demi sehat apa sih yang nggak?

Nah, saat kontrol gigi ke tiga kalinya baru tahu kalau pendaftaran rawat jalan di RSUD Hj. Anna Lasmanah bisa dilakukan secara online, ya ampun dua kali bolak balik ke RSUD ini nggak tahu kalau pendaftaran pasien rawat jalan bisa via aplikasi coba? Soalnya menurutku sosialisasi untuk pendaftaran rawat jalan via aplikasi masih kurang banget, coba aja kalau LED di ruang tunggu digunakan untuk sosialiasasi aplikasi ini, beeehhh, pasti banyak manfaatnya buat pejuang nomor antrean macam aku. Soalnya kalau pakai aplikasi benar-benar cepat banget prosesnya, tinggal isi data di aplikasi, lalu kita akan mendapat barcode, nah tinggal scan di loket pendaftaran, wush cepat banget.

Rontgen Gigi Bungsu di RSUD Hj. Anna Lasmanah

Rontegn Gigi di RSUD Banjarnegara

Setelah selesai melakukan pendaftaran, aku menuju poli gigi. Singkat cerita setelah mengantre (lagi) giliran namaku dipanggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan, nggak ada 5 menit bu dokternya menyuruhku untuk rontgen gigi terlebih dahulu. Aku dan ibuku menuju ke ruang radiologi, ruanganya lucu banget karena temboknya full berisi mural luar angkasa, mungkin supaya anak kecil yang mau rontgen nggak takut kali ya. Xixixi

Setelah melepas semua perhiasan, mbak-mbak perawat yang ramah ini mengarahkan mulutku ke sebuah alat. Dua kali cekrekan sudah cukup asal mematuhi instruksi dari mbak perawatnya. Aku kembali duduk di ruang tunggu untuk menunggu hasil rontgen gigi tadi. Sekitar 30 menit, selembar kertas rontgen gigi ku sudah kuterima. Nah, langkah selanjutnya adalah balik ke poli gigi lagi menyerahkan rontgen gigi ke dokter yang memeriksa ku.

Operasi Gigi Bungsu Sekaligus Cabut Gigi Geraham

Setelah lembaran kertas rontgen dikeluarkan dari amplop, dokter bilang kalau gigi bungsu kanan dan kiri ku tumbuh miring. Jadi kudu di operasi, lalu ditanya dokter dong gigi bungsu sebelah mana yang sering sakit, ku jawab gigi bungsu sebelah kiri. Tapi karena gusi ku mengalami pembengkakan makanya hari itu aku cuma dikasih obat untuk meredakan nyeri selama 5 hari. Kontrol selanjutnya ternyata gusi ku masih bengkak juga, jadi masih dikasih obat lagi sampai 3 kali kontrol. Barulah kontrol yang ke 4 dikasih obat yang wajib diminum sebelum dilakukan tindakan operasi gigi bungsu.

Nah, kontrol ke 5 kalinya akhirnya tindakan operasi gigi bungsu dilakukan. Deg-degan pastilah, takut iya! Tapi bodo amat biar gigiku nggak terasa ngilu-ngilu lagi ‘kan? Sebenarnya operasi gigi bungsu ini kaya cabut gigi pada umumnya kok, gusinya disuntik bius dulu, seingetku disuntik bius sampai 5 titik deh. Sakit? Ya kali gusi disuntik ngana kira sakit nggak? Hahaha, eh nggak begitu sakit ding. Kaya digigit semut. Setelah dibius, mulutku, bibirku rasanya kaku, tebal, monyong nggak karuan deh. Lanjutlah eksekusi cabut gigi geraham dulu, diotek-otek, tarik kanan tarik kiri, dan akhirnya gigi geraham ku tercabut. Ku kira sudah selesai ya, ternyata gigi bungsunya belum diapa-apain. 🙁

Oya, kenapa gigi geraham ku dicabut juga? Karena gigi geraham ku ini tinggal akarnya doang, jadi kata dokter biar sekalian dicabut karena letaknya nggak berjauhan dengan gigi bungsu yang akan dioperasi. Lanjut mengeksekusi gigi bungsu ya, serius sebetulnya saat operasi nggak begitu terasa sakit meski sepertinya gusi ku disayat pakai cutter untuk memudahkan mengambil gigi bungsu, lalu diotek-otek pakai alat, setelah tercabut gusi ku dijahit, nah yang bikin sakit adalah rasa tegang dan takut. Gila sih, otot-otot leher ku beneran kaku banget setelah operasi. Ya gimana, melihat benda-benda seperti gunting, cutter, benang, dll masuk ke mulutku. 🙁

Lama Pemulihan Pasca Operasi Gigi Bungsu

Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya semuanya selesai. Rasanya lemas banget karena ketegangan dan takut berlebih, apalagi saat kumur-kumur darahnya banyak banget, makin lemaslah sudah. Tapi alhamdulillah perawat dan dokter giginya ramah dan sabar banget. Nah, drama dimulai setelah sampai di rumah, bekas jahitan mulai berasa ngilu, nyeri, perih, nggak bisa diomongin deh. Aku memilih nangis sesenggukan. Ahahaha. Yakali mau makan nggak bisa, minum juga nggak enak. 4 hari tersiksa banget rasanya, terlebih lidahku sariawan yang lumayan lebar. Nggak bisa buat ngomong, nggak bisa buat makan. Huhuhu.. Bawannya mau marah-marah terusan 🙁

Untuk pemulihan sampai benar-benar nggak terasa sakit apa-apa lagi kurang lebih sekitar 4 mingguan deh. Tiap minggu aku bolak balik ke rumah sakit untuk kontrol, terus agak eneg juga pas share pengalaman operasi gigi bungsu ada yang nyletukAh masa sih sampai 4 minggu baru sembuh? Aku dong siangnya operasi, malamnya udah bisa makan indomie goreng, hahaha’ Ya kan NGANA sampai di rawat di rumah sakit, jadi obat bius ngalir terus, nggak heran bisa langsung makan. Beda dong karena aku rawat jalan, lagian daya tahan tubuh orang beda-beda, iya nggak sih? Oya, selama pemulihan 4 minggu aku cuma bisa makan yang lembut-lembut, makanan pokokku cuma bubur Sun doang. Ahahaha

Biaya Operasi Gigi Bungsu

Poli Gigi RSUD Banjarnegara

Untuk biaya operasi, mulai dari rontgen gigi bungsu, kontrol berkali-kali, dikasih obat berkali-kali, hingga cabut gigi geraham dan operasi gigi bungsu semuanya tercover dengan BPJS alias nggak bayar apa-apa, ya kan sudah bayar iuran tiap bulan ya. Ahahaha, tapi memang ya terbantu banget kalau pakai BPJS, karena katanya kalau operasi gigi bungsu dari rontgen hingga tindakan operasi bisa menghabiskan sekitar Rp. 3 juta, tapi tergantung tempat dimana kalian melakukan operasi ya.

Anyway, dari kemarin banyak yang bertanya mengenai operasi gigi bungsu ini, pesanku cuma satu; nggak usah takut, nggak usah tegang, percaya aja kalau dokter yang menangani kita bakal melakukan yang terbaik. Sakit wajar kok, tapi nggak yang sakit banget. Sakit bangetnya justru setelah selesai operasi beberapa jam kemudian saat biusnya habis, wkwkwk. Eh tapi bisa jadi aku merasa sakit, di kamu malah merasa biasa aja karena balik lagi ke daya tahan tubuh sendiri-sendiri. 🙂

You may also like